AKU (DIBUAT ) LUPA DENGAN HAFALANKU

Al-qur’an, sebuah kitab yang Allah Azza Wa Jalla turunkan bagi umat-Nya, sebagai surat cinta, pelipur lara sekaligus petunjuk hidup bagi umat manusia. Tiga puluh juz di dalamnya, namun sebagai mukjizat yang nyata, banyak umat manusia mampu menghafalnya. Orang arab, non Arab, Asia, Eropa, Afrika maupun Amerika mampu menghafalnya. Anak kecil, remaja, sampai bahkan orang yang sudah tua, sekaligus pelajar, supir, dokter, bahkan tukang becak, banyak yang sudah Allah anugrahkan mampu menghafal 30juz atas kesungguhan dan keistiqomahannya.

Mereka yang Allah anugrahi haamil (pengemban) Al-qur’an 30juz maupun yang sedang berproses menuju ke sana, insyaaAllah, tentunya tidak akan terlepas dari banyak kendala. Baik itu semangat yang naik turun, keistiqomahan, sampai satu kendala yang sebenarnya merupakan fitrah yang ada pada diri manusia, yaitu lupa. .
Bagaimana kemudian statusnya orang yang punya hafalan Qur’an namun lupa terhadapnya? Tercelakah orang yang senantiasa menghafal namun sering lupa dengan hafalannya ?..
Sesungguhnya beberapa hadits mengancam para pelupa Al-Qur’an..

“Dierlihatkan kepadaku dosa-dosa umatku. Maka saya tidak melihat dosa seperti surat atau ayat yang diberikan kepada seseorang lalu dia melupakannya” (Hadits ini derajatnya tidak sahih, namun bisa menjadi motivasi utk kita agar tidak mudah melupakan hafalan kita)

Dalam sahihain dari Ibnu Umar ra bahwa Nabi sallallahu alaihi wa sallam bersabda :
“Perumpaan penghafal Al-Qur’an seperti pemilik unta yang diikat. Jika dia merawatnya maka dia bisa menjaganya, dan jika dia lepaskan maka itu akan pergi menghilang”

Dari Abi Musa Al-Asy’ari dari Nabi sallallahu alaihi wa sallam bersabda :
“Rawatlah Al-Qur’an. Demi Dzat yang jiwa Muhammad ada di tangan-Nya, itu lebh cepat menghilang daripada unta dalam ikatannya”

Rasullulah sallallahu alaihi wa sallam senantiasa memelihara hafalannya padahal beliau adalah seorang Nabi, beliau bersabda seperti yang diriwayatkan Aisyah , “Nabi sallallahu alaihi wa sallam mendengar seseorang membaca Al-Qur’an di masjid. Lalu beliau bersabda :
“Semoga Allah mengasihi fulan. Sungguh dia telah mengingatkanku ayat ini dan ini. Saya menggugurkannya dari surat ini dan ini.”
AKU SERING LUPA !

Apakah sebenarnya para haamil 30juz bisa konstan menjaga hafalannya? Apakah dengan diwisudanya menjadi haamil 30juz kemudian hafalannya akan terus diingat di kepala ? jawabannya ternyata tidak. Salah seorang dari mereka menceritakan teknis yang mereka lakukan dalam pengulangan sebagaimana berikut :

“Setelah selesai khataman pertama, saya mengklasifikasikan hafalanku menjadi 3 tingkatan, yaitu :
1.Tingkatan mumakkin, artinya saya mampu membacanya secara sempurna, tanpa merujuk mushaf kecuali sedikit.
2. Tingkatan sedang, harus merujuk Al-Qur’an.
3. Tingkatan rendah dimana beberapa ayat terlupakan secara utuh tanpa teringat sedikitpun.
Saya menargetkan memiliki wirid harian di mana saya terus mengulangi ayat-ayat yang sudah saya masukkan ke dalam memori ingatan sya. Allah memuliakanku secara utuh dengan menguatkan hafalan secar utuh di mana itu bisa selesai kira-kira 4 bulan. “

Jadi, sebenarnya lupa adalah naluri manusia. Hal itu berbeda-beda dari satu orang dengan yang lain. Allah mampu melepaskan hafalan dari beberapa hati. Tapi itu adalah sebuah nikmat, karena dalam lupa ada beberapa hikmah yang banyak. Di antaranya :
1.Menguji dan mencoba beberapa hati hamba. Agar jelas perbedaan hati yang terikat dengan Qur’an dengan hati yang tidak terikat saat menghafal lalu lelah semanagat dan membiarkannya sampai dia melupakannya.
2.Menguatkan motivasi, untuk memperbanyak membaca Qur’an. Seandainya ia menghafal lalu tidak pernah melupakannya, maka ia tidak akan banyak membaca dan dengan begitu dirinya telah kehilangan pahala sebesar gunung. Karena 1 huruf bernilai 10 kebaikan..
Maka lupa menghafal Qur’an itu adalah nikmat yang kadang-kadang seorang muslim tidak memahai urgensinya. Lupa mendorong kita untuk terus berambisi membaca Qur’an dan menambah pahala di sisi Allah SWT karena tidap huruf yang kit abaca bernilai 10 kebaikan.

TERCELAKAH MELUPAKAN HAFALAN ?
Sesungguhnya melupakan hafalan ada 2 tipe :
1.Timbul karena relasi hati pada hal duniawi dan banyaknya kesibukan.sehingga hal itu mengesampingkan untuk mengulang Al Qur’an dan tidak membacanya. Jenis tipe ini tercela dan tidak disukai.
2.Ditimbulkan karena kelalaian atau kealpaan. Tapi karena faktor hafalan yang masih baru dan butuh penguatan serta pengulangan, atau karena faktor usia dan lainnya.. InsyaaAllah ini tidak tercela menurut syara..
Orang yang enggan merawat Al-Qur’an akan tertimpa lupa. Itu menunjukkan dia kurang perhatian dengan kitab Allah, serta tidak memperdulikan nikmat yang ia terima. Imam Ibnul Munada berkata :
“Ulama salaf selalu menakut-nakuti para pelupa Al-Qur’an agar tetap menjaga hafalannya, karena melupakannya adalah tindakan yang kurang baik”

Di antara hal yang dapat membantu mengingat dan menguatkan hafalan adalah membaca saat qiyamul lail. Ulama salaf membacanya di pagi hari dan berqiyamul lail dengannya. Namun jika kita berusaha mengulang dan merawat Al-Qur’an, maka insyaaAllah tidak berdosa meskipun lupa sebagiannya. Celaan itu bagi siapa pun yang ceroboh,lalai, teledor, dan tidak mau mengulang serta merawatnya. Kita meminta petunjuk dan stabilitas dalam menghafal dari Allah Azza Wa Jalla.

AKU DIBUAT LUPA, BUKANNYA AKU LUPA
Seperti yang sudah diuraikan, bahwa lupa yang pelakunya berdosa adalah yang sengaja meninggalkan Al-Qur’an lalu melupakannya. Tapi seseorang yang merawat dan berusaha menghafal serta mengulanginya, maka tidak ada dosa baginya. Dan jika kita lupa akan ayat tertentu, maka jangan mengatakan “AKU LUPA”, tapi katakanlah “AKU DILUPAKAN”, atau artinya aku telah dibuat lupa oleh Sang Pemilik Kitabullah, Allah Azza Wa Jalla.

“Dari Abdullah Ibn Mas’ud berkata, Baginda Nabi Sallallahu alaihi wa sallam bersabda : “Celaka bagi seseorang yang berkata, “Aku melupakan ayat ini dan itu. Tapi dia dilupakan. Berusahalah kembali mengingat Al-Qur’an, sebab ia lebih cepat terlepas dari hati orang-orang lelaki ketimbang hewan yang terikat”.

Subhanallah walhamdullilah, mudah-mudahan Allah Sang Pemilik akal, yang memberikan hidayah berupa kemudahan dalam menghafal dan mengaplikasikan Al-Qur’an memberikan keistiqomahan sehingga suatu saat kita tidak harus lagi sering bolak-bolak membaca Qur’an dengan mushaf karena sudah hafal seluruh 30juznya..

Wahai haamilal Qur’an, sesungguhnya Ar-Rahman telah memuliakanmu..
Derajatmu ditinggikan sesuai ayat terakhir yang kau baca..
Orangtuamu dimuliakan dengan mahkota emas dan pakaian terbaik..
Dan Qur’an, kitab yang kau baca dan hafal akan menjadi syafa’at (atas izin Allah) di hari tidak ada lagi pertolongan selain pertolongan-Nya..

(inspirasi dari Buku Kisahku dalam Menghafal Al-Qur’an,karya Muna Said Ulaiwah)

Comments (2) »

Laylatul Qadr..

Alhamdullilah,sudah memasuki 10 hari terakhir di bulan Ramadhan. Semoga Allah mmberikan kita semua keistiqomahan dalam menjalankan ibadah sampai bulan penuh keutamaan ini meninggalkan kita. Hm,biasanya pada saat 10 hari terakhir ini,banyak kaum muslimin saling berlomba untuk meraih keutamaan yang ada di dalamnya,yaitu malam lailatul qadr. Berikut tafsir surat Al qadr dan sedikit penjelasan tentang lailatul qadr yang dirangkum dari buku tafsir ibnu katsir. Semoga kita termasuk yang beruntung, bisa beribadah pada malam yang lebih baik dari 1000 bulan ini. Amiinn..

QS. Al-Qadr 1-5
1.Sesungguhnya kami telah menurunkannya (Al qur’an) pada malam kemuliaan

Allah memberitahu bahwa Dia menurunkan qur’an pada malam yang diberkahi (laylatul mubarakah) seperti firman-Nya :
“Sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi dan sesungguhnya Kami-Lah yang member peringatan” (Ad-dukhan 3)

Itulah malam yang jatuh pada malam Ramadhan,sebagaimana firman-Nya :
“Bulan Ramadhan,bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Qur’an..” (Al baqarah 185)

Ibnu abbas berkata bahwa Allah menurunkan quran secara keseluruhan dari lauh mahfuzh ke baytul izzah di langit dunia. Kemudian diturunkan secara berangsur-angsur sesuai kebutuhan kepada Rasullulah selama 23 tahun.

2.Dan tahukah kamu apa malam kemuliaan itu?
3.Malam kemuliaan itu lebih baik dari 1000 bulan
Berikut tafsir ayat 2 dan 3 dari perkataan para sahabat-tabi’in :

-Diriwayatkan dari ibnu hatim dari Mujahid bahwa Rasullulah SAW pernah bercerita tentang seorang laki-laki dari bani israil yang berperang di jalan Allah selama 1000 bulan.Kaum muslimin menjadi takjub karenanya. Sehingga Allah SWT menurunkan surat Al-qadr ayat 1-3.

-Diriwayatkan Ibnu jarrir dari mujahid, ia berkata : “Ada seorang laki-laki dari Bani israil yang selalu beribadah pada malam hari sampai subuh,dan pada siang hari ia berjihad melawan musuh sampai petang. Ia melakukan hal itu selama 1000 bulan. Allah lalu menurunkan ayat 3 surat Al qadr. Maksudnya, menghidupkan malam laylatur qadr dengan beribadah adalah lebih baik daripada yang dilakukan laki-laki tersebut.

-Mujahid berkata : “malam kemuliaan itu lebih baik dari 1000 bulan yang di dalamnya tidak ada lailatul qadr”. Sementara Amr bin Qays berkata : “Beramal pada malam itu lebih baik daripada (beribadah) seribu bulan”

-Kesimpulan à pendapat mujahid : “malam kemuliaan itu lebih baik dari 1000 bulan yang di dalamnya tidak ada lailatul qadr”, inilah pendapat yg dipilih Ibnu jarrir dan inilah pendapat yang benar. Sebagaimana hadits Rasullulah SAW :

“Di dalamnya terdapat malam yang lebih baik dari 1000 bulan. Barangsiapa yang diharamkan kebaikannya, sungguh ia benar-benar diharamkan”
(Hadits shahih riwayat Ahmad dan Nasa’i)

4.Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan
Allah menurunkan banyak malaikat di malam itu, karena ada banyak berkah di sana. Malaikat turun bersamaan dengan turunnya berkah dan rahmat, sebagaiaman turun saat quran dibaca, sebagaimana turun pada halaqoh dzikir dan meletakkan sayap di atas orang yang menuntut ilmu. Tentang penafsiran “ruh” ada dua pendapat : yang pertama ruh disini merupakan malaikat jibril sedangkan pendapat yang lain mengatakan bahwa “ruh” merupakan sekelompok malaikat.

5.Malam itu penuh kesejahteraan sampai terbit fajar

-Sa’id bin Manshur,mengutip pen
dapat Mujahid berkata : “itu adalah keselamatan.Syetan tidak akan mampu melakukan keburukan di dalamnya atau tipu daya”.Sementara Qatadah berkata : “Pada malam itu, perkara-perkara kehidupan ditetapkan, ajal dan rizki diputuskan, sebagaimana firman-Nya : “Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah (Ad Dukhan 4).
– Diriwayatkan Abu Dawud dari Abu hurairah bahwa Nabi SAW bersabda :

“Sesungguhnya itu adalah malam tanggal 27 atau 29 bulan Ramadhan.Malaikat yang ada di bumi pada malam itu lebih banyak jumlahnya daripada kerikil” (HR.Abu Dawud)

– Tentang “malam itu penuh kesejahteraan”, Qatadah dan Ibnu Zaid berkata :”Seluruh malam pada hari itu dipenuhi kebaikan, tidak ada keburukan di dalamnya sampai terbit fajar”.
– Tanda-tanda malam lailatul qadr adalah :
a. Malam itu sangat terang dan cerah, tampak seperti ada rembulan yang bersinar.
b. Begitu tenang dan hening.
c. Tidak terasa dingin ataupun panas.
d. Sinar matahari keesokan harinya tidak menyilaukan,seperti bulan purnama.
Ciri-ciri ini sebagaimana hadist2 berikut :
– Diriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa Nabi SAW bersabda :
“Itu adalah malam yang bersahabat dan berseri,tidak panas dan juga tidak dingin. Matahari subuh pada pagi harinya keluar dengan sinar lembut memerah”
(HR.Abu Dawud)

– Diriwayatkan dari Jabir bin Abdullah bahwa Nabi SAW bersabda :
“Sungguh aku telah melihat Laylatul Qadr, (hanya saja) aku dibuat lupa (oleh Allah tanggal pastinya). Malam itu ada pada 10 malam terakhir Ramadhan. Salah satu dari 10 malam itu ada yang terang,berseri,tidak terasa panas dan tidak terasa dingin.Seolah-olah ada rembulan di sana. Syetan pada malam itu tidak keluar sampai fajar bersinar”

Alhamdullilah,pembahasan tafsirnya selesai. Sekarang kita akan menyimak beberapa tsaqofah terkait malam laylatul qadr….
A.Khilafiyah Ulama,terkait apakah Laylatul Qadr diberikan Kepada Umat Terdahulu atau Khusus Diberikan Kepada Umat Ini ?
-Az-Zuhri berkata : “Malik (imam malik) bercerita kepada kami kalau ia mendapat kabar bahwa Rasullulah SAW pernah diperlihatkan usia orang-orang sebelum beliau,maka beliau merasa umur umatnya sangat pendek,sehingga tidak akan bisa melebihi ibadah umat lain yang usianya jauh lebih panjang. Allah lalu menganugrahkan malam laylatul qadr yang lebih baik dari 1000 bulan itu kepada beliu”.Demikian perkataan Imam Malik yang mengisyaratkan bahwa laylatul qadr hanya diberikan untuk umat Muhammad SAW.
– Pendapat lain mengatakan bahwa Laylatul qadr juga diberikan kepada umat-umat terdahulu sebagaimana sekarang diberikan kepada kita. Abu Dawud telah menyinggung hal ini dalam kitab Sunan-nya bab Bayan anna Laylatal Qadr fii Kulli Ramadhan (Keterangan Bahwa Laylatul Qadr Terdapat di Setiap Ramadhan”. Abu Dawud kemudian meriwayatkan hadits dengan sanad dari Abdullah bin Umar yang berkata :

“Nabi SAW,pernah ditanya tentang sesuatu,dan aku mendengar itu adalah tentang laylatul qadr. Beliau bersabda, “Malam itu terdapat di setiap bulan Ramadhan”
Demikian pula pendapat Imam Abu HAnifah Imam Al Ghazali.

B.Khilafiyah Ulama,terkait kapankah (tanggal) Laylatul Qadr?
Ada pendapat yang mengatakan bahwa laylatul qadr jatuh pada malam awal bulan Ramadhan. Pendapat lainnya mengatakan pada malam ke 17. Inilah perkataan Imam syafi;I yang diceritakan Hasan Al Bashri. Pendapat lain mengatakan bahwa laylatul qadr jatuh pada tanggal 19,demikian riwayat dari Ali dan Ibnu Mas’ud. Pendapat lain mengatakan jatuh pada malam ke 21 sebagaimana hadits Abu Sa’id Al Khudri berikut :

“Rasullulah SAW beri’tikaf pada 10 hari pertama bulan Ramadhan dan kami pun ikut beri’tikaf. Datanglah Jibril menemui beliau dan berkata, “Yang Engkau cari ada dihadapanmu”. Beliau meneruskan I’tikaf sampai 10 hari pertengahan (Ramadhan) dan kamipun I’tikaf bersama beliau. (Para sahabat lalu pulang pada malam ke-20). Jibril kembali mendatangi beliau dan berkata,”Yang Engkau cari ada di hadapanmu”
Beliau SAW kemudian berdiri dan berkhutbah pada pagi hari tanggal 20 Ramadhan dengan bersabda, “Barangsiapa yang beri’tikaf bersamaku,maka kembalilah (ke masjid-karena sahabat pulang ke rumah). Sungguh aku telah melihat (bermimpi) Laylatul qadr, dan aku dibuat lupa (oleh Allah akan tanggal pastinya). Malam itu jatuh pada 10 malam terakhir, di tanggal ganjil. Aku melihat diriku seolah-olah bersujud di tanah berair”
Saat itu atap masjid terbuat dari anyaman daun kurma dan kami sama sekali tidak melihat apa pun di langit. Tiba-tiba datang hujan.Kami kemudian shalat bersama beliau SAW. Aku melihat ada bekas tanah dan air di kening beliau SAW,sebagai pembenaran atas mimpi beliau. (Itu terjadi) pada subuh tanggal 21”

Ada juga yang berpendapat malam itu jatuh pada tanggal 23 atau 25, sebagaimana hadits yang diriwayatkan Abdullah bin Abas bahwa RAsullulah SAW bersabda :

“Carilah laylatul qadr itu pada malam 10 terakhir Ramadhan, yakni ketika Ramadhan tinggal 9 hari,tinggal 7 hari, dan tinggal 5 hari (mutafaq alaih)

Malam laylatul qadr, jatuh pada malam ke 27 sebagaiman hadits riwayat muslim dari Ubay bin Ka’ab yang menyatakan bahwa itu adalah malam ke-27. Dan..ada juga yang mengatakan bahwa jatuhnya pada malam ke-29. Dari Ubaidah bin Al shamit, bahwa ia pernah bertanya kepada Rasullulah SAW tentang malam laylatul qadr, Belia SAW menjawab :

“Itu ada pada bulan Ramadhan. Carilah di 10 malam terakhir. Sesungguhnya ia jatuh pada tanggal ganjil : 21,23,25,27,29, atau di malam terakhir” (HR.Ahmad)

Sedangkan ada pula yang mengatakan bahwa jatuhnya pada malam terakhir, dalam kitab Al-Musnad dari jalur Abi Salamah dari Abu Hurairah bahwa Nabi SAW pernah bersabda tentang laylatul qadr, “Innaha akhiru laylah” (ia ada di malam terakhir).

C.Khilafiyah Ulama,apakah Laylatul Qadr itu berpindah-pindah tanggal tiap tahunnya atau tetap pada tanggal tertentu ?
-Imam Syafi’I berkata dari riwayat-riwayat yang ada : “Dari jawaban Nabi SAW ketika beliau ditanya seorang tentang laylatul qadr”.”Apakah kami mesti mencari malam laylatul qadr di malam tertentu?” Beliau menjawab : “Ya” ; dapat disimpulkan bahwa laylatul qadr adalah sesuatu yang sudah pasti dan tidak berpindah-pindah (tanggal laylatul qadr tetap/sama setiap tahunnya).
-Namun demikian,diriwayatkan dari Abu Qalabah, ia berkata : “Laylatul qadr itu berpindah-pindah,tetapi tetap di 10 malam terakhir”

D.Hikmah di Balik Dirahasiakannya Laylatul Qadr
Dari riwayat serta pendapat di poin B dan C di atas, dapat disimpulkan bahwa laylatul qadr memang sesuatu yang menjadi misteri. Dengan demikian kaum muslimin akan lebih banyak beribadah jika mereka mengetahuinya secara pasti. Jika mengetahuinya secara pasti, maka mereka hanya akan menghidupkan malam itu saja. Salah satu hikmah disamarkannya laylatul qadr adalah orang islam akan melakukan ibadah sepanjang bulan Ramadhan untuk mengejarnya,terlebih lagi kesungguhan mereka akan meningkat di 10 malam terkahir.
Oleh karena itu Rasullulah SaW melakukan I’tikaf di 10 hari terakhir bulan Ramadhan. Diriwayatkan Ibnu umar :

“Rasullulah SAW selalu melakukan I’tikaf pada 10 hari terajhir bulan Ramadhan”
(Mutafaq alaih)

Aisyah juga berkata :
“Rasullulah SAW ketika 10 hari terakhir beliau menghidupkan malam, membangunkan keluarganya, dan lebih giat dalam beribadah” (HR.Muslim)

Imam Malik berkata :
“Bahwa pencarian laylatul qadr pada 10 hari terakhir seharusnya dilakukan dengan seimbang,tidak lantas mengabaikan malam-malam yang lain. Yang disunatkan adalah memperbanyak doa di setiap waktu”

Demikian pendapat Imam Malik yang sesungguhnya menjadi kesimpulan, yaitu sebaikaya kita bersungguh-sungguh mencari laylatul di 10 malam terakhir tanpa mengabaikan malam-malam genapnya.

Ibarat mencari barang berharga yg hilang, tntu qt akan mencarinya d setiap sudut ruangan..smp benar2 menyerah..
Jika laylatul qadr adlh barang berharga td, mk tentu qt akan mencarinya d seluruh 10hari trakhir..tdk hanya d malam2 yg ganjil..

Harap-harap cemas..
Apakah tahun depan kembali bertemu Ramadhan?..
Sedangkan tahun ini juga belum pasti mendpatkan Laylatul Qadr..
Padahal ada dosa yang menumpuk, sedangkan umur tidak seberapa..
Jika suatu malam hening, terang benderang, tidak panas dan tidak dingin..
Kami penuhi malam itu dengan beribadah..
Keesokan harinya matahari bersinar tanpa menyilaukan..
Segurat senyum di wajah kami..
Alhamdullilah,kau takdirkan kami seolah hidup 83 tahun..
Itu harapan kami semua Ya Rabb..takdirkan kami bertemu laylatur qadr..
Bertemu Ramadhan di tahun-tahun berikutnya..

Leave a comment »

Semangkuk Soto Mimpi

“Kenyataan hari ini adalah mimpi masa lalu,
“Mimpi hari ini adalah kenyataan hari esok”
-Hasan Al Banna-

Bermimpi adalah hak semua orang di dunia ini, baik dia orang kaya, miskin,pedagang kecil,pengusaha dengan omzet milyaran, darah biru, sampai darah merah..seluruhnya, semua punya hak..

Tak terkecuali, seorang tukang soto kenalan yang sempat saya ketemu dan bertukar cerita dengan beliau sekitar tanggal 11 juli pekan kemarin..
Begitu menggebu, bersemangat dan terlihat optimisme dari wajah beliau, saat bercerita..
Hal ini sempat membuatku sedikit “bertahan” untuk bisa menjadi pendengar yang baik, di tengah-tengah selain ku putuskan tidak melanjutkan tugas kerja di sisa hari itu, memang ku pilih menu pilihan soto untuk santap siang karena sakit bawaan yang sedang kambuh, sinusitis..

Di tengah tengah kepala sedikit berputar, badan lemas, nyutnyutan di sekitar hidung, ku coba bersabar mendengar mimpi besar beliau dalam tenda warungnya yang tidak terlalu besar..
Ku temui beliau dalam penampilan yang seperti biasanya, memakai peci kupluk putih, dengan kaos oblong putih lengan pendek, sehingga masih terlihat bekas tato d tangan dan lingkaran lehernya,,

“Assalamualaikum, mas piye kabare? sampun pesen mas?”
“Alhamdullilah, sae pak… (padahal..^_^), njih pun, kulo mpun pesen”
“Saya pingin cerita mas..”
“Njih monggo pak..(berharap tidak terlalu lama)”
“Mas, saya itu punya keinginan ..”
“Oh, njih, apa itu pak?”
“Saya itu pingin punya Rumah Tahfidz sendiri je mas..”
“Oh..bagus itu pak..(tanggapan sekedarnya, karena sdh tdk fokus lagi,hny fokus menghabiskan semangkuk soto hangat dan segera beristirahat)”..tapi terus melanjutkan : “sudah ada bayangan bagaimana memulainya Pak?”
“Oh, sudah mas..ini saya lagi nyari-nyari kontrakan.Sudah dapat rumah 10 jutaan per/bulan, halaman luas, dkt masjid lagi mas..ini dia gambarnya mas (sambil memperlihatkan fotonya di layar monitor BBny”
“(tertegun)..Oh, tapi dananya bapak punya?”
“Ya belum mas, tapi tiap ada orang datang ke sini, saya pasti cerita tentang mimpi saya ini. Kemarin ada orang datang dan saya ceritakan, langsung beliau bersedia katanya untuk jadi donatur 500rb/bulannya”
“(makin tertegun)..oh subhanallah..”
“iya mas, saya cuma modal yakin aja mas..dan usaha, nanti Alloh yang ngasih jalan. Ini mas, mimpi saya punya Rumah Tahfidz udah saya gambar di dinding kamar saya (memperlihatkan foto dinding kamarnya dengan gambar rumah yang dikelilingi anak2 kecil memakai peci”

pembicaraan berlanjut..
“Hmm..iya pak.Kl sy boleh saran,bgaimana kl mt tolong atau joinan dengan Pak J**y saja? siapa tau beliau mau membantu. Kan beliau jg sudah punya pengalaman membuat Rumah Tahfidz, punya link dengan Ust. Yusuf dan orang2 dengan donasi besar”
“Saya tidak mau mas (dengan tegas), sy tidak mau tergantung orang. Saya ingin ini dari jerih payah sendiri dan bukan sekedar kalau istilah kasarnya meminta sumbangan mas. Dengan begitu orang akan melihat dan menghargai saya karena sudah berdarah-darah sebelumnya. Saya ingin ya semuanya berawal dari soto ini, ada orang yang mau inves ke soto. Nanti sebagian besar keuntungan digunakan untuk membiayai rumah tahfidznya.Itu keinginan saya mas..”

Sebuah lontaran ide, yang keluar dari pikiran via lisan seorang tukang soto di pinggir jalan ini ditutup setelah kurang lebih 30menit pembicaraan..setelah itu ku tutup dengan ucapan maaf dan pamit dikarenakan kondisi yang sedang tidak fit..

Tidak ada larangan bagi tiap orang untuk bermimpi..
Namun sejatinya, yang membedakan antara pemimpi sejati dengan sukses sejati adalah terletak pada ikhtiarnya..

Orang yang sukses sejati hari harinya dihiasi dengan ikhtiar sejati,tidak 100% bahkan 1000%, usaha yang dia lakukan untuk meraih mimpinya..
Sehingga dia bertransformasi dari hanya seorang pemimpi menjadi seorang pendaki, pendaki gunung mimpi sehingga dia sampai di puncak mimpinya, yaitu kenyataan..

Sebaliknya, pemimpi sejati menghiasi harinya dengan panjang angan-angan, tanpa persiapan, kerja keras maupun mentalitas menghadapi berbagai macam tantangan yang akan dia alami dalam upaya pendakian gunung mimpinya..
Bersampankan kemalasan, sehingga lama kelamaan akan tenggelam dan hanyut dalam lautan penyesalan..

Subhanallah, mimpi besar itu keluar dari seorang tukang soto, yang masa lalunya jg ia hiasi dengan profesi “debt collector”, ya penagih hutang..
Tak jarang, kata beliau, menghardik “nasabah”nya yang bersikukuh tidak mau membayar tunggakan hutang..
“Kalau sana main kasar, saya bisa lebih kasar mas” –stdknya itu statemen beliau pd kesemptan ngobrol sebelumnya (wuihhh…^^)..

Namun sekarang, pendakian mimpi beliau setidaknya beliau buktikan, dengan menceritakan mimpinya kpd orang2..
Teringat kisah Rasullulah saat perang Khandaq, yang punya bayangan mimpi menaklukan Yaman, Persia, dan Konstantinopel..
Teringat kisah 4 orang tabi’in (kl tdk salah ^^) yg bertemu untuk menceritakan mimpinya masing-masing,ada yg ingin jd ahli fiqh, ada yg ign menikahi muslimah yg terkenal kesolihannya, ada yang ingin mnjd gubernur dan ada yang bahkan mimpinya sederhana, masuk syurga..
Teringat mimpi Yusuf Mansyur, yang ingin punya ribuan Rumah Tahfidz..
Teringat mimpi-mimpi orng besar, yang dulunya penuh keterbatasan dan kesempitan, namun sekarang terkenal menjadi orang besar karena berhasil merealisasikan mimpinya jd kenyataan..

Let’s see..kita lihat, dan terutama ku tak sabar melihat, bagaimana akhir kesudahan perjalanan menggapai mimpi seorang penjual soto..

ku akhiri perjalanan siang menuju Rumah peradaban dengan mengucap syukur…
Alhamdullilah Ya Allah, kau kirimkan seorang untuk meninjau ulang lagi, mengingatkan lagi seberapa besar bentuk kesyukuranku atas nikmat-Mu..meninjau lagi, seberapa besar ikhtiar yang sudah ku lakukan utk menggapai mimpiku, dengan Sumber Daya yang begitu besar yg Engkau limpah ruahkan, dibandingkan beliau..

Bermimpilah !!
Karena itu salah satu faktor, mengapa engkau saat ini mau menjalani hidup dengan lebih bermakna..
Bermimpilah !!
Karena bermimpi itu tidak dilarang, sekalipun kita menganggap diri penuh keterbatasan..

Wujudkan mimpimu !!
Bangun dari mimpi !!
Lakukan pendakian, sehingga sampai ke puncak mimpi yang bernama kenyataan..
InsyaaAllah, bersama Allah, libatkan Allah..sang sutradara kehidupan..
Setiap mata terbuka dari tidur, itu pertanda bahwa Allah masih memberikan kesempatan waktu untuk melakukan perjalanan penuh perjuangan mewujudkan mimpi jadi kenyataan..

“Jadilah orang yang mimpinya menjulang ke Langit,namun kakinya tetap menghujam ke bumi”

Comments (4) »

Ketika Cinta Teristidraj

Ketika Cinta bertasbih Nadiku berdenyut merdu

Kembang kempis dadaku merangkai butir cinta

Garis tangan tergambar tak bisa aku menentang

Sujud sukur padamu atas segala cinta..

–Lirik Lagu KCB–

 

 

 

 

Rangkaian kalimat indah teralun, ketika orang sedang merayakan cinta..

Dirinya terbang ke angkasa..seluruhnya..

Mulai dengan Pikirannya..

Perasaannya..

Gerak geriknya..

Rindunya..

Berkorbannya..

Seluruhnya..ditujukan hanya satu..kepada apa yang dicintanya..

 

Selamatlah, jika tujuan cintanya hanya satu, Rabb-Nya..Allah Azza wa Jalla..

Selamatlah,jika landasan cintanya hanya satu, Ilah-Nya, Allah Azza Wa Jalla..

Itulah tauhidnya yang sempurna..

 

Aduhai..

Dirinya berdiri di tepi jurang..

Jika tujuan cintanya berbilang, selain Rabb-Nya..Allah Azza Wa Jalla

Aduhai..

Dirinya berada dalam fana dan maya..

Jika landasan cintanya berbilang, selain Ilah-Nya..Allah Azza Wa Jalla

 

Aktivis ??

Kita punya banyak cerita..

Lembaga, kajian, syuro, koordinasi, idealisme, forum pekanan, sampai pemira..

Yang tak kalah luputnya..tersemainya cinta..

 

Teman selembaga..

Teman seamanah..

Teman sesyuro..

Teman..teman..teman..itu alibinya..

 

Tapi mulailah..

Rangkaian rasa terajut dengan bimbingan musuh abadi manusia yang terusir dari syurga karena sombongnya..

Rasa berbingkai kekaguman, SMS penuh canda dan tawa,miskol tahajjud, hingga tausyiah yang sungguh bermakna..

Interaksi begitu sempurnanya, saking sempurnanya tiada batasnya,hijabnya..

Alibinya, hijab itu terletak d hati..

 

Rasa itu mulai berlanjut dari tahapan menuju tahapan berikutnya..

Perasaannya, itulah nikmat, karena prosesnya yang mudah..

Hingga sempurnalah agamanya..

 

Namun tiadakah ia sadar??

itulah istidraj cinta..

karena ia awali dengan hal-hal yang tidak seharusnya..

 

Makin lama, makan terasa..

Makin lama, makin ia merasa bahagia dengan perbuatannya..

Jalan-jalannya dimudahkan..

“Ini kemudahan dari Allah”, gumamnya..

Padahal sesungguhnya..

Mungkin itulah jalan menuju istidraj cinta..

 

Kagum,suka..itulah fitrah manusia..

Namun yang terbaik adalah mengelolanya..

Seperti cerita Ali dan Fatimah Az-Zahra..

Hingga di akhir cerita, Az Zahra berkata :

“Maafkan aku, karena sebelum menikah denganmu. Aku pernah satu kali jatuh cinta pada seorang pemuda ”

‘Ali terkejut dan berkata, “kalau begitu mengapa engkau mau menikah denganku? dan Siapakah pemuda itu?”

Sambil tersenyum Fathimah berkata, “Ya, karena pemuda itu adalah Dirimu”

 

Persatuan keduanya sungguh bermakna..terutama bagi suami Az Zahra..

Dua Sahabat mulia..

Di awali dengan Abu Bakar..

Kemudian Umar, berturut-turut melamar Az-Zahra..

Ujian cinta bagi suami Az Zahra, yang kala itu belum berstatus halal untuknya..

Namun ujungnya adalah kisah suka, berkah dan penuh makna bagi keduanya..

 

Tidak nista jika suka,

Karena itu fitrahnya..

Tapi yang terbaik adalah mengelolanya..

Seperti Ali dan Fatimah Az Zahra..

Keduanya bersatu karena tidak ada hal-hal yang tidak seharusnya, sebelum sebelumnya..

Dan ini bukanlah istidraj cinta..

 

Jangan salahkan cintanya..

Tapi pemakainya..

Sehingga layaklah cinta itu teristidraj, bukan beristidraj..

 

NB :

Istidraj secara bahasa diambil dari kata da-ra-ja (Arab: درج ) yang artinya naik dari satu tingkatan ke tingkatan selanjutnya. Sementara istidraj dari Allah kepada hamba dipahami sebagai ‘hukuman’ yang diberikan sedikit demi sedikit dan tidak diberikan langsung. Allah biarkan orang ini dan tidak disegerakan adzabnya. Allah berfirman,

سَنَسْتَدْرِجُهُمْ مِنْ حَيْثُ لاَ يَعْلَمُونَ

Nanti Kami akan menghukum mereka dengan berangsur-angsur (ke arah kebinasaan) dari arah yang tidak mereka ketahui.” (QS. Al-Qalam: 44)
(Al-Mu’jam Al-Lughah Al-Arabiyah, kata: da-ra-ja).

Dari Ubah bin Amir radhiallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا رَأَيْتَ اللَّهَ تَعَالى يُعْطِي الْعَبْدَ مِنَ الدُّنْيَا مَا يُحِبُّ وَهُوَ مُقِيمٌ عَلَى مَعَاصِيهِ فَإِنَّمَا ذَلِكَ مِنْهُ اسْتِدْرَاجٌ

Apabila Anda melihat Allah memberikan kenikmatan dunia kepada seorang hamba, sementara dia masih bergelimang dengan maksiat, maka itu hakikatnya adalah istidraj dari Allah.”

Semua tindakan maksiat yang Allah balas dengan nikmat, dan Allah membuat dia lupa untuk beristighfar, sehingga dia semakin dekat dengan adzab sedikit demi sedikit, selanjutnya Allah berikan semua hukumannya, itulah istidraj
(http://www.konsultasisyariah.com/makna-istidraj/#ixzz20nufrMCo)

Leave a comment »

Mereka Orang Biasa,Tapi Bisa..

Sahabat setia..

Sesungguhnya kemampuan kita untuk mencapai sebuah hal yang besar dan kesuksesan dalam apapun, awalnya bergantung dari sejauh mana keyakinan kita untuk meraihnya..

Dan bagaimana kita bisa mengelola segala macam bentuk pemakluman yang menjadi penghalang kita dalam meraihnya..

Menegasikan pemakluman itu,berdamai dengannya, menghilangkannya, dan terus memelihara keyakinan bahwa kita bisa ! atas ijin Allah..

Sehingga..musuh terbesar dalam hidup, dalam konteks kita meraih apa yang kita cita-citakan , adalah diri kita sendiri..

Berbicara cita, banyak orang yang bahkan sejak kecil sudah bercita..insinyur, dokter, ilmuwan, dan sebagainya..

Semua cita tadi, lumrah, banyak manusia berfikir hal yang sama..

Namun bagaimana dengan sebuah cita bernama penghafal Qur’an..

Mengernyitkan dahi, menahan nafas, atau bahkan membayangkannya saja  mungkin tidak pernah..

Namun sekali lagi..bukanlah mustahil, jika kita yakin, haqqul yakin, karena tidak sedikit manusia yang berhasil meraih cita yang mulia ini..

Jika menjadi penghafal Qur’an adalah jalan menuju syurga-Nya yang penuh kemuliaan..

Jika menjadi penghafal Qur’an adalah salah satu jalan memuliakan kedua orang tua kita di syurga-Nya..sedangkan kita tidak tahu harus dengan apa demi membayar jasa-jasa keduanya ??

mengapa tidak kita ambil jalan ini ? mengapa kita tidak segera menegasikan segala bentuk bayang-bayang penghalang yang terus teruntai dalam pikiran ?

Simaklah…ini motivasi..resapi  agar memberikan sejuta makna dalam hati ..

1. “Dari  Abu Hurairah ra.dari nabi s.a.w. baginda bersabda: “orang yang hafal Al Quran nanti pada hari kiamat nanti akan datang dan Al Quran akan berkata; “Wahai Tuhan, pakaikanlah dia dengan pakaian yang baik lagi baru.” Maka orang tersebut di berikan mahkota kehormatan. Al Quran berkata lagi:

“Wahai Tuhan tambahlah pakaiannya.” Maka orang itu di beri pakaian kehormatannya. Al Quran lalu berkata lagi, “Wahai Tuhan, redailah dia.” Maka kepadanya di katakan; “Bacalah dan naiklah.” Dan untuk setiap ayat, ia di beri tambahan satu kebajikan.”

2.“Dari  Buraidah Al Aslami ra, ia berkata bahawasanya ia mendengar Rasulullah s..a.w bersabda: “Pada hari kiamat nanti, Al Quran akan menemui penghafalnya ketika penghafal itu keluar dari kuburnya. Al Quran akan berwujud seseorang dan ia bertanya kepada penghafalnya: “Apakah anda mengenalku?”.

Penghafal tadi menjawab; “saya tidak mengenal kamu.” Al Quran berkata; “saya adalah kawanmu, Al Quran yang membuatmu kehausan di tengah hari yang panas dan membuatmu tidak tidur pada malam hari. Sesungguhnya setiap pedagang akan mendapat keuntungan di belakang dagangannya dan kamu pada hari ini di belakang semua dagangan. Maka penghafal Al Quran tadi di beri kekuasaan di tangan kanannya dan diberi kekekalan ditangan kirinya, serta di atas kepalanya dipasang mahkota perkasa. Sedang kedua orang tuanya diberi dua pakaian baru lagi bagus yang harganya tidak dapat di bayar oleh penghuni dunia keseluruhannya. Kedua orang tua itu lalu bertanya: “kenapa kami di beri dengan pakaian begini?”. Kemudian di jawab, “kerana anakmu hafal Al Quran.

Kemudian kepada penghafal Al Quran tadi di perintahkan, “bacalah dan naiklah ketingkat-tingkat syurga dan kamar-kamarnya.” Maka ia pun terus naik selagi ia tetap membaca, baik bacaan itu cepat atau perlahan (tartil)

3. “Dari Anas ra. Ia berkata bahawa Rasulullah s.a.w bersabda, “Sesungguhnya Allah itu mempunyai keluarga yang terdiri dari manusia.” Kemudian Anas berkata lagi, lalu Rasulullah s.a.w bertanya: “Siapakah mereka itu wahai Rasulullah. Baginda menjawab: “yaitu ahli Quran (orang yang membaca atau menghafal Al- Quran dan mengamalkan isinya).Mereka adalah keluarga Allah dan orang-orang yang istimewa bagi Allah.

Jika menjadi penghafal Qur’an adalah jalan menuju Syurga..jelaslah ia akan dipenuhi banyak sekali rintangan..karena memang jalan menuju syurga akan banyak dihiasi dengan hal-hal tidak disukai manusia..

Kemalasan,kesibukan, ketidakpunyaan motivasi, kelupaan, kelalaian, sampai kemaksiatan..hingga pemakluman (lagi) bahwa diri ini tidak punya bakat jadi penghafal kitab suci,,,semua itu teruuuss menghiasi diri…berhari-hari, bahkan sampai berganti masehi..

Namun..d beberapa daerah d bumi Allah ini..ada orang-orang biasa, tapi mereka bisa..menjadi penghafal kitab suci..

–Seorang Ibu Rumah Tangga–

Perempuan ini adalah sosok yang mempunyai tujuan dan cita-cita akan tetapi selalu dihadapkan dengan rintangan untuk mencapai tujuan ini, seperti manusia pada umumnya yang punya kesibukan sehari-hari..namun dengan memaksakan diri dia terus bersemangat dengan keyakinan penuh..

Dia seorang perempuan yang senang dgn Al-Qur’an, namun secara bersamaan ia ibu rumah tangga yang sibuk.Namun demi Allh perempuan tadi berusaha maksimal mengurus rumah tangganya, sembari menyisihkan waktu belajar Qur’an, melakukannya sedikit demi sedikit tanpa putus asa..

Dia menyiapkan 2 mushaf yang berbentuk cetakan dan lembaran. Yang satu khusus d tempat masak dan yang satu lainnya khusus d taruh untuk d hafalkan d seluruh ruangan yang ada d rumah..Ketika ia mencuci, ia menempelkan lembaran Qur’annya d pintu kamar mandi.Ketika dia bergegas dari kamar mandi hendak menuju dapur maka ia mengambilnya dan mengulang-ngulang surat panjang yang ditempelkan di tempat masak..begitulah seterusnya..

D mana sja tempat beraktivitas maka akan terdengar darinya suara bacaan Qur’an secara tartil dan dalam waktu yg bersamaan ia dapat menyelesaikan seluruh tugas rumah tangganya dengan baik..

Ibu muda ini menjadi penyebab keselamatan keluarganya.Anak-anaknya tidak pernah mendengar kata-kata ghibah dan adu domba dari mulut ibunya, jarang sekali ia membentak putranya dan urat syarafnya menjadi lebih tenang karena Al Qur’an. . Karena melihat semangatnya, suaminya pun memulai menghafal qur’an..Subhanallah..

–Seorang Supir–

dia adalah seorang supir dan sengaja menyimpan mushaf dalam mobilnya. Saat lampu merah ia menyuri waktu membuka mushaf, bukan untuk di baca, tapi menghafal..

Dia menceritakan dirinya : “Aku hafal surat Al BAqarah sepenuhnya di LAMPU MERAH, yaitu saat saya merenungkan bagaimana kebanyakan orang mengerlingkan matanya pada orang lain, kendaraan, dan plat nomor mereka !!maka saya katakan pada diriku : “Apa yang akan engkau peroleh dari melihat kendaraan dan plat nomornya?” Kemudian saya bertekad menghafal dan sukses menyelesaikannya..

–Seorang Mahasiswa–

Dalam sistem perguruan tinggi, materi pelajaran biasanya terselesaikan dengan berpindah dari satu ruangan ke yang lain yang tentu menghabiskan beberapa menit hingga mahasiswa akhirnya benar2 berkumpul..

Dalam detik dan menit yg singkat ini dia memilih menyendiri dengan mushafnya. Pemuda ini berusaha memanfaatkan waktu singkat ini dengan sebaik-baiknya. Dia bergerak cepat utk smpai tempat perkuliahan berikutnya lalu segera mengambil mushaf dan mulai menghafal satu,dua,tiga,empat,lima,enam ayat dan seterusnya..

Begitulah..hasilnya ia bisa menyelesaikan juz 1,2,3 dan seterusnya dengan menggunakan metode ini..tidak sampai lewat 4 tahun (yaitu masa belajarnya di perguruan tinggi) dia telah menyelesaikan hafalan Qur’annya..

Dengan metode yang mengagumkan ini, dia bisa lulus dari perguruan tinggi dan mendapatkan gelar sarjana dan dalam waktu yang bersamaan dia sukses menghafal Al’Quran secara sempurna..Padahal tidak sedikit orang yg meremehkan waktu yg seperti ini mereka justru larut dalam perbincangan,gurauan, atau hiburan..

“Tidak ada yang tidak bisa..

Tidak ada yang tidak mungkin..

Atas izin Allah, yang tidak bisa jadi bisa,yang tidak mungkin jadi mungkin..”

Marilah rehat sejenak..

“Barangsiapa menanam kata “saufa” (nanti), akan tumbuh baginya kata “la ‘alla” (semoga), lalu diikuti kata “asa” (mudah-mudahan), serta berbuah kata “laita” (andai saja)..kata itulah yang mengekspresikan penyesalan dan kerugian”

Mulai..

Hafalkan..

Satu..dua..tiga..hingga jadinya berlipat ayat..

berdoa kpd Allah smg dmudahkan jalannya,karena pada-Nya lah segala macam bentuk kemudahan urusan..

Berdamai dengan diri dan pemakluman..

Kemalasan,alasan kesibukan, turun semangat..acuhkan..

Ganti dengan keteguhan dan keyakinan..

bahwa suatu saat kita layak menyandang seorang manusia biasa yang menjadi penjaga kalam-Nya..

Bukan masalah kapan kita akan mendapatkannya..tapi pada masalah sejauh mana kita serius untuk mendapatkannya..

–inspirasi dan kisah 3 orang di atas dari Buku : “Kisahku dalam menghafal Al-Qur’an” karya Muna Said Ulawiah terbitan Pustaka Al Kautsar–

Leave a comment »

Hello world!

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuhu..

Kejujuran hati akan menimbulkan kejujuran lisan..

Kejujuran lisan akan menimbulkan kerenyahan tulisan..

Selamat menikmati,semoga menambah manfaat dalam kehidupan ^^..

 

-Bukan guru atau menggurui, hanya sekedar berbagi hikmah-

Comments (1) »